Menentukan Harga sebuah Desain

Baca Juga


Seorang desainer grafis memerlukan wawasan dan pengalaman yang luas dari disiplin ilmu yang  lain, karena hal ini akan mempengaruhi dalam nilai jual karya yang dihasilkannya.Sebuah karya seni memiliki nilai yang khas, tidak sekedar rupiah, atau kesenangan semata. Di dalamnya ada pengalaman, portofolio, nama besar. Dengan meningkatnya kualitas dan pengalaman seorang desainer, akan tinggi pula daya saing dan daya jual karya seninya.

Ada beberapa pendekatan dalam menentukan harga karya seni, tentunya hal ini akan menjadi tolok ukur seorang desainer dalam menentukan nilai dan harga dari karya seninya, tergantung tujuan dan strateginya.

 


1. Menentukan harga sesuai tingkat kesulitan dan sumber daya yang digunakan.
Semakin tinggi tingkat kesulitan, makin banyak pula teknik yang digunakan, terkadang dilakukan oleh sebuah tim dengan bidang keahlian yang berbeda, tentunya akan memakan biaya operasional yang tak sedikit. Karya yang dihasilkan akan maksimal karena dilakukan dengan teknik yang tinggi dan kehati-hatian serta ketelitian.

2. Menentukan harga sesuai budget klien, kualitas menyesuaikan.
Ada kalanya klien menyerahkan sepenuhnya keinginan yang disesuai dengan budget yang dimiliki. Disinilah seorang desainer harus pandai-pandai membagi budget agar masuk terhadap anggaran yang ditetapkan. Seorang desainer pada dasarnya adalah seorang pemecah masalah dan pengambil keputusan. Masalah waktu, sumber daya kesulitan dan media menjadi perhitungan yang harus diperhatikan dalam pendekatan ini.

3. Menentukan harga sesuai dengan pesaing di pasaran.
Dalam kontek pendekatan ini, seorang desainer harus mampu menghasilkan sebuah karya sesuai pesanan klien dengan budget yang pas-pasan, karena faktor "kejar setoran", asal ada kerjaan karena persaingan yang ketat. Dibutuhkan ide-ide yang inovatif dan kreatif untuk bermain pada pendekatan ini.
Share:

0 komentar:

Post a Comment

Search This Blog

Follow by Email

Labels